Jika anda menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai PT. IPC Terminal Petikemas, harap anda mengisi form di bawah ini.

Laporkan Pelanggaran PT IPC Terminal Petikemas

Whistleblowing System (WBS) atau Sistem Pelaporan Pelanggaran diperkenalkan untuk memperkuat pelaksanaan prinsip GCG dan dalam rangka memberikan kesempatan kepada seluruh insan PT IPC Terminal Petikemas dan pemangku kepentingan lainnya untuk dapat menyampaikan laporan mengenai indikasi pelanggaran terhadap nilanilai etika yang berlaku, berdasarkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan serta dengan niat baik.

Insan PT IPC Terminal Petikemas yang terdiri atas Dewan Komisaris, Dewan Direksi, karyawan tetap, tidak tetap, outsourcing dan seluruh pemangku kepentingan dihimbau untuk menggunakan sistem yang independen tersebut kapanpun melihat adanya pelanggaran etika atau kepatuhan yang terjadi. Melalui sistem ini, insan PT IPC Terminal Petikemas dan pemangku kepentingan yang melaporkan akan diberikan perlindungan, baik dalam hal kerahasiaan identitas maupun dari kemungkinan tindakan balasan oleh si terlapor.

Dengan melaporkan adanya pelanggaran, insan PT IPC Terminal Petikemas dan pemangku kepentingan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berinteraksi dan bertransaksi. Disamping itu juga membantu Perusahaan meminimalisir tindakan curang, pencurian dan korupsi di dalam lingkungan kerja. 

Penyampaian Laporan Pelanggaran

Lingkup hal-hal yang patut dilaporkan oleh insan PT IPC Terminal Petikemas dan pemangku kepentingan adalah:

  • Tindakan curang (tidak adil)
  • Korupsi
  • Pencurian
  • Pelanggaran kebijakan dan peraturan Perusahaan
  • Benturan kepentingan
  • Penyuapan/grafitikasi
  • Penggelapan
  • Penipuan
  • Pemerasan

Laporan dapat ditindaklanjuti bila memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Termasuk pada kriteria yang telah ditentukan.
  • Laporan merupakan tindakan pelanggaran yang melibatkan insan PT IPC Terminal Petikemas dan anak perusahaan.
  • Laporan mempunyai dampak terhadap kinerja dan reputasi PT Pelabuhan Indonesia II atau IPC (Indonesia Port Company) dan anak perusahaan termasuk PT IPC Terminal Petikemas.
  • Manajemen IPC akan memprioritaskan tindak lanjut laporan yang akan disampaikan oleh pelapor yang menyebutkan identitas serta dilengkapi dengan 2 (dua) alat bukti pendukung.

Laporan yang disampaikan sedikitnya memuat hal-hal di bawah ini:

  • Pelapor harus menyebutkan identitasnya agar pelapor memperoleh perlindungan dari Manajemen IPC dan akan mempermudah tindak lanjut laporan dalam hal dibutuhkan data tambahan.
  • Uraian pelanggaran yang dilakukan.
  • Data pelapor dan pihak lain yang terlibat serta unitnya (bila ada).
  • Data terkait tempat kejadian dan waktu kejadian.
  • Dokumen pendukung dan/ atau bukti lainnya (bila ada);

Melalui sistem ini, insan IPC atau stakeholder yang melaporkan akan diberikan perlindungan, baik dalam hal kerahasiaan identitas maupun dari kemungkinan tindakan balasan oleh si pelapor.

 

Penanganan Laporan

Mekanisme penangananan laporan tergambar pada bagan di bawah ini:

 

Prosedur dan Tindak Lanjut Laporan

Perlindungan Bagi Whistleblower

Mekanisme WBS yang diterapkan di lingkungan PT IPC Terminal Petikemas menekankan pentingnya perlindungan bagi pelapor. Sistem WBS PT IPC Terminal Petikemas memberikan berbagai sarana media pelaporan yang dapat menjamin kerahasiaan identitas pelapor.

Saluran/Media

 

Penyampaian laporan dapat disampaikan melalui salah satu dari enam cara dibawah ini:

  • Online

Untuk membuat laporan secara online, dapat dilakukan melalui link membuat laporan yang terletak pada halaman: Whistle Blowing System

  • Telepon

Untuk membuat pelaporan melalui telepon, dapat menekan nomor: +6221500969. Hotline ini dibuka selama 24 jam dalam 1 (satu) hari. Pelaporkan terhubung dengan operator contact enter IPC Bersih yang akan menanyakan pelapor beberapa pertanyaan mengenai tindakan dugaan penyimpangan; Layanan ini bersifat anonym. Pelapor tidak akan diminta untuk memberitahukan identitas, kecuali pelapor bersedia.

  • Faksimili

Pelapor dapat mengirimkan faksimili (menggunakan formulir yang disediakan) ke: +6221500979. Pelapor diminta untuk memberikan informasi sebanyak mungkin mengenai tindakan dugaan.

  • Email

Pelapor dapat mengirimkan email ke: stoppungli@ipctpk.co.id, Pelapor diminta untuk memberikan informasi sebanyak dilaporkan dalam e-mail pelapor. Alamat e-mail pelapor tidak akan diberikan ke komite IPC Bersih tanpa seijin pelapor. Untuk menjaga kerahasiaan identitas diri pelapor, akan lebih baik jika pelapor menggunakan email pribadi pelapor dalam membuat pelaporan melalui email.

 

  • Surat

Pelapor dapat mengirimkan surat (mohon menggunakan formulir yang disediakan) ke: IPC Bersih PO BOX 3325 JKP 10033. SMSPelapor dapat mengirimkan sms ke nomor: +6281290060606. Pelapor diminta untuk memberik8an informasi sebanyak mungkin sehubungan dengan tindakan yang dilaporkan dalam sms pelapor. nomor hp pelapor tidak akan diberikan ke Komite IPC Bersih tanpa seijin Pelapor.

 

Pihak yang Mengelola Pengaduan

 

Perusahaan membentuk Tim/Unit Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) sebagai pengelola WBS di lingkup Perusahaan. Pembentukan tim ini melalui Surat Keputusan Direksi No. HK.566/19/9/2/IPCTPK-17 tentang Pembentukan Tim/Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) pada Pelaksanaan Sistem Pencegahan dan Penanggulangan Gratifikasi di Lingkungan PT IPC Terminal Petikemas tanggal 19 September 2017.

Tim UPG bekerjasama dengan Komite IPC Bersih yang ditugaskan untuk mengelola penerapan WBS di lingkungan IPC. Tim UPG dan Komite IPC Bersih saling berkoordinasi terkait laporan yang masuk melalui WBS hasil analisis dari pihak independen. Setiap laporan yang masuk dan telah dilakukan analisis akan disampaikan kepada Tim IPC Bersih. Jika laporan tersebut terkait dengan Perusahaan, maka Tim IPC bersih akan menindak lanjutinya melalui Tim/Unit UPG Perusahaan sehingga dapat meminimalisir dampak atas tindakan curang, pencurian, korupsi, pemerasan, pungutan liar, pelanggaran etika atau kepatuhan yang terjadi.